Keutamaan Menuntut Ilmu dalam Islam

Menuntut ilmu merupakan salah satu kewajiban bagi setiap muslim, baik laki-laki maupun perempuan. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

“طَلَبُ الْعِلْمِ فَرِيضَةٌ عَلَى كُلِّ مُسْلِمٍ”
“Menuntut ilmu itu wajib atas setiap muslim.” (HR. Ibnu Majah)

Islam sangat menekankan pentingnya ilmu pengetahuan karena dengan ilmu, seseorang dapat mengenal Allah, menjalankan ibadah dengan benar, dan membedakan antara yang halal dan haram.

Allah berfirman dalam Al-Qur’an:
“يَرْفَعِ اللَّهُ الَّذِينَ آمَنُوا مِنْكُمْ وَالَّذِينَ أُوتُوا الْعِلْمَ دَرَجَاتٍ”
“Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat.” (QS. Al-Mujadilah: 11)

Keutamaan menuntut ilmu antara lain:
1. Dimudahkan jalan menuju surga
2. Doa malaikat bagi penuntut ilmu
3. Ilmu yang bermanfaat menjadi amal jariyah
4. Mendapatkan pahala yang terus mengalir

Marilah kita senantiasa bersemangat dalam menuntut ilmu dan mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari.

Program Tahfidz 30 Juz: Target Lulusan Hafidz di Usia 18 Tahun

Pondok Pesantren Salafiyah Nurul Ikhlas terus berkomitmen untuk melahirkan generasi penghafal Al-Qur’an melalui Program Kulliyyatul Qur’an (Tahfidz 30 Juz). Program unggulan ini menargetkan santri dapat menyelesaikan hafalan 30 juz dalam waktu 4 tahun, sehingga pada usia 18 tahun mereka sudah menjadi hafidz/hafidzah.

Program tahfidz di pondok kami memiliki keunggulan:
1. Pembimbing hafidz bersanad (bersambung hingga Rasulullah)
2. Metode talaqqi dan muroja’ah yang efektif
3. Setoran hafalan setiap hari secara individu
4. Muroja’ah berjamaah setiap pagi dan malam
5. Ujian syahadah setiap semester
6. Program tahfidz dan pemahaman makna Al-Qur’an

“Saat ini sudah ada 25 santri yang telah menyelesaikan hafalan 30 juz di pondok kami. Kami targetkan dalam 5 tahun ke depan jumlahnya bisa mencapai 100 santri,” ujar Ustz. Fatimah Azzahra, pembina program tahfidz putri.

Selain menghafal, santri juga dibekali pemahaman tafsir Al-Qur’an dan ilmu tajwid yang mumpuni, sehingga mereka tidak hanya hafal teks, tetapi juga memahami dan mengamalkan isi kandungan Al-Qur’an.

Pondok Pesantren Nurul Ikhlas Gelar Haul ke-15 Pendiri Pondok

Pondok Pesantren Salafiyah Nurul Ikhlas menggelar acara Haul ke-15 almarhum KH. Ahmad Sholihin, pendiri pondok pesantren. Acara yang berlangsung pada hari Ahad, 15 Juni 2025 ini dihadiri oleh ribuan alumni, santri, dan masyarakat sekitar.

Acara dimulai dengan pembacaan tahlil dan doa bersama yang dipimpin langsung oleh Pengasuh Pondok, KH. Muhammad Ikhlas. Setelah itu, digelar pengajian umum yang diisi oleh KH. Hasan Basri dari Pesantren Al-Quran Cipondoh.

“Kegiatan haul ini adalah momen untuk mengenang kembali perjuangan almarhum KH. Ahmad Sholihin dalam mendirikan pondok ini. Beliau adalah sosok yang ikhlas dan gigih dalam mendidik generasi muda,” ujar KH. Muhammad Ikhlas dalam sambutannya.

Rangkaian acara juga dimeriahkan dengan pentas seni Islami oleh para santri, seperti pembacaan shalawat, nasyid, dan kaligrafi. Acara ditutup dengan doa bersama untuk para leluhur dan kesuksesan pondok pesantren ke depannya.